<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thiar Thea &#187; Bloggers @ MarkPlus Conference 2010</title>
	<atom:link href="http://thiarthea.com/tag/bloggers-markplus-conference-2010/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thiarthea.com</link>
	<description>temukan keajaiban lewat bisnis rumahan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 03:44:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>New Wave Marketing = Spiritual Marketing</title>
		<link>http://thiarthea.com/spiritualmark/</link>
		<comments>http://thiarthea.com/spiritualmark/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 01:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bloggers @ MarkPlus Conference 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Sekelumit oleh-oleh dari MarkPlus Conference 2010 Krisis besar yang melanda dunia ekonomi pada tahun 2008-2009 sesungguhnya merupakan bentuk lain dari keruntuhan era kapitalisme.  Hal ini diperkuat oleh Jeffrey Immelt CEO ari General Electric (GE) yang mengatakan bahwa badai krisis yang dilalui telah menyadarkan perusahaan bahwa praktek bisnis secara fundamental harus di format ulang. Bahwa praktek-praktek yang berlandaskan nilai-nilai dan prinsip yang lebih etis sangat penting untuk dikemukakan dalam menyambut kedatangan “New World Economic Order” mendatang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Sekelumit oleh-oleh dari MarkPlus Conference 2010</strong></em></p>
<p>Krisis besar yang melanda dunia ekonomi pada tahun 2008-2009 sesungguhnya merupakan bentuk lain dari keruntuhan era kapitalisme.  Hal ini diperkuat oleh <em>Jeffrey Immelt</em> CEO ari General Electric (GE) yang mengatakan bahwa badai krisis yang dilalui telah menyadarkan perusahaan bahwa praktek bisnis secara fundamental harus di format ulang.</p>
<p>Bahwa praktek-praktek yang berlandaskan nilai-nilai dan prinsip yang lebih etis sangat penting untuk dikemukakan dalam menyambut kedatangan “<em>New World Economic Order</em>” mendatang.</p>
<p>Dalam gelombang krisis 2008-2009 dimana dunia bisnis sangat penuh dengan etika bisnis yang compang-camping, sangat terasa bahwa <strong>kejujuran</strong> merupakan “resources” yang semakin langka bagi perusahaan. Godaan untuk melakukan bisnis secara tidak jujur sedemikian kuat hingga tak banyak perusahaan yang mampu melakukannya.</p>
<p><span id="more-133"></span><br />
Apa artinya? artinya bahwa sebenarnya nilai kejujuran yang mulai langka itu sangat bisa untuk di leverage menjadi sebuah komponen penting agar unggul dalam persaingan. Bukankah secara teori ekonomi bahwa jika ada perusahaan yang mampu melakukan sesuatu yang sulit dilakukan oleh perusahaan lain, maka ia akan memiliki daya saing yang kuat? Tidak hanya kuat. Tapi Sustainable dalam jangka panjang.</p>
<p>Dalam paparannya Hermawan Kertajaya menyampaikan bahwa dalam tahun mendatang sangat penting bagi perusahaan membongkar ulang visi misi perusahaannya dan menambahkan satu lagi komponen yaitu : NILAI SPIRITUAL.</p>
<p>Mengapa? karena untuk meraih pelanggan di tahun mendatang tidak cukup lagi hanya dengan menyentuh kebutuhan fisik mereka. Tapi juga harus menyentuh MIND, HEART, dan SPIRIT. Hal ini untuk lebih mendekatkan  produk dengan pelanggannya.</p>
<p>Jika suatu produk mampu menyentuh pikiran (mind) kemudian disukai secara emosional, maka pelanggan ini bukan hanya setia membeli, tapi juga akan menjadi agen yang merekomendasikan produk ini pada orang lain. Kekuatan ini akan lebih bertambah saat nilai spititual yang ditawarkan oleh sebuah produk akhirnya berubah menjadi fanatisme akan produk.</p>
<p>Diawali dengan <strong>Visi-Misi</strong> yang jelas, kemudian <strong>membangun karakter </strong>produk yang sarat dengan nilai (<em>value based</em>) dilanjutkan dengan terus menerus mendengarkan keinginan pelanggan sebagai perangkat <strong>self-controlling</strong> yang ditindak lanjuti dengan perbaikan secara terus menerus serta didukung dengan fasilitas social network yang semakin popular sebagai perangkat <strong>strategic collaboration</strong> tentunya akan menghasilkan sebuah gelombang fanatisme akan produk itu sendiri.</p>
<p>Kalau sudah begitu, perusahaan tinggal melakukan <strong>Total Action </strong>dalam setiap langkah bisnisnya dan menjadi raja di era new economic mendatang.</p>
<p>Sebenarnya hal ini sama sekali bukan barang baru. Beberapa tahun lalu ide perusahaan berbasis spiritual telah santer didengungkan lewat berbagai buku seperti <em>Mega Trend 2000</em>, <em>Corporate Mystic, Good To Great</em>. Di Indonesia sendiri sempat beredar buku Best Seller: <strong>ESQ</strong> yang diikuti dengan rangkaian training fenomenalnya juga sangat gencar mendengungkan ide Spiritual era ini.</p>
<p>Namun entah mengapa tahun 2008/2009 justru banyak perusahaan yang meninggalkan nilai-nilai spiritual dan mengedepankan praktek-praktek kapitalisme. Bahkan perusahaan yang semula sudah berbasis nilai-nilai spiritualpun turut bergeser menjadi &#8220;agak&#8221; kapitalis. Tak pelak gelombang <a href="http://thiarthea.com/phk-siapa-takut">PHK</a> pun kembali melanda.</p>
<p>Dalam MarkPlus Conference 2010 ini kembali Hermawan Kertajaya mengajak para pelaku bisnis Indonesia untuk melakukan pergeseran mendasar dalam pola bisnis terutama Marketingnya.</p>
<p>Perusahaan harus bertransformasi dari <em>Intelektual (marketing 1.0) </em>menuju <em>emosional (marketing 2.0) </em>dan akhirnya  ke <em>human spirit (marketing 3.0)</em>.</p>
<p>Dikatakannya bahwa sehebat apapun strategi bisnis yang dijalankan, secanggih apapun perangkat yang dimiliki, semuanya tidak akan ada gunanya kalau tidak dilandasi nilai-nilai spiritualitas yang kokoh.</p>
<p>Jadi ternyata Marketing 3.0 = Spiritual Marketing</p>
<p><a href="http://thiarthea.com"><strong>Salam Ajaib</strong></a><br />
<em>karena selalu ada keajaiban setiap hari</em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://thiarthea.com/spiritualmark/" title="spiritual marketing">spiritual marketing</a></li><li><a href="http://thiarthea.com/spiritualmark/" title="teori marketing 1 0">teori marketing 1 0</a></li><li><a href="http://thiarthea.com/spiritualmark/" title="spiritual marketing indonesia">spiritual marketing indonesia</a></li><li><a href="http://thiarthea.com/spiritualmark/" title="teori new vawe marketing">teori new vawe marketing</a></li><li><a href="http://thiarthea.com/spiritualmark/" title="teori tentang new wave marketing : marketing 1 0">teori tentang new wave marketing : marketing 1 0</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/spiritualmark/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Michael Jackson ramaikan MarkPlus Conference 2010</title>
		<link>http://thiarthea.com/michael-jackson-ramaikan-markplus-conference-2010/</link>
		<comments>http://thiarthea.com/michael-jackson-ramaikan-markplus-conference-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 16:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bloggers @ MarkPlus Conference 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Ditengah acara pembacaan para legenda Marketing oleh Hermawan Kertajaya, tiba-tiba lampu dipadamkan. Lalu terdengar Intro lagu mulai dimainkan. Dan muncul lah… Adam Jackson! Adam Jackson tampil dalam acara pemberian anugrah kepada Michael Jackson sebagai legenda Marketing yang telah tiada. Tahun ini MarkPlus memberikan penghargaan dan penghormatan kepada 4 orang legenda Marketing yang berpulang ke Rahmatullah di tahun 2009. Mereka adalah : Timothy McKay (Holchim) yang tewas saat tragedy Bom JW Mariot, Angky Camaro (Otomotif), Mbah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditengah acara pembacaan para legenda Marketing oleh Hermawan Kertajaya, tiba-tiba lampu dipadamkan. Lalu terdengar Intro lagu mulai dimainkan. Dan muncul lah… Adam Jackson!</p>
<p>Adam Jackson tampil dalam acara pemberian anugrah kepada Michael Jackson sebagai legenda Marketing yang telah tiada.</p>
<p>Tahun ini MarkPlus memberikan penghargaan dan penghormatan kepada 4 orang legenda Marketing yang berpulang ke Rahmatullah di tahun 2009. Mereka adalah : Timothy McKay (Holchim) yang tewas saat tragedy Bom JW Mariot, Angky Camaro (Otomotif), Mbah Surip (Artis) dan tentu saja The King Of Pop Michael Jackson yang diwakili oleh Adam Jackson <img src='http://thiarthea.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-125"></span><br />
Sebelumnya Hermawan Kertajaya sempat memberikan penghargaan kepada 18 Marketing Champion dari berbagai kategori, dengan juaranya adalah Dirut Garuda Indonesia.</p>
<p>Dalam MarkPlus Conference kali ini, Hermawan Kertajaya mengawali presentasinya dengan sedikit me-review ramalan / prediksi tahun lalu saat MarkPlus Conference 2009 yang ternyata terbukti benar.</p>
<p>Pada Tahun 2010, nanti Hermawan menyatakan bahwa iklim usaha di Indonesia akan cerah. Moga-moga aja ramalannya kali ini juga akan terwujud ya.</p>
<p>Disampaikan juga bahwa jika ingin menang dalam pertandingan Bisnis Tahun depan, maka produsen harus mampu membidik 3 Segmen market Utama, yaitu : Youth, Women dan Netizer.</p>
<p>Youth (anak muda) harus dijadikan target market karena anak muda sekarang sudah mampu menjadi penentu pasar. Mereka bukan lagi generasi yang tergantung pada orang tuanya. Namun justru dalah hal pasar, saat ini orang tua yang mengikuti tren anak-anaknya. Dengan demikian jika suatu produk digemari oleh anak muda, besar kemungkinan orang tuanya juga akan mengikuti.</p>
<p>Women, adalah mahluk yang sangat Multi Peran. Mereka bisa  berperan sebagai diri sendiri, Istri, Ibu, Teman, Pekerja dan lain sebagainya. Luar biasanya berbagai peran itu dimainkan semuanya.</p>
<p>Kelebihan lain dari pasar wanita adalah, para wanita merupakan mahluk sosial yang sangat peduli pada orang lain. Saat berbelanja, mereka tidak hanya memikirkan dirinya, tapi juga memikirkan suaminya, anaknya, dan orang-orang terdekatnya.</p>
<p>Sementara para Netizer adalah pasar yang sangat cocok dibidik oleh para produsen Gadget.</p>
<p>Secara keseluruhan, acara ini bisa dikatakan Rami luar biasa. Ball Room Ritz Carlton yang besar itu banar-benar dipenuhi pengunjung sampai padat. Hermawan Kertajaya sempat meng-klaim bahwa peserta hari ini berjumlah 4500 orang. weeeeee….. duit semuat tuh pak he he…</p>
<p>Acara yang megah meriah ini dikemas cukup bagus meski multimedia nyangkut atau slide terlambat muncul menjadi pemandangan rutin sepanjang pagi sampai sore.</p>
<p>Seusai Break, acara dilanjutkan di tempat yang terpisah-pisah. Ballroom besar ini tiba-tiba di bagi menjadi 4 ruangan berbeda. Sekali lagi saya beri acungan jempol untuk banquet crew Ritz Carlton. Gileeee kerjanya cepet juga. Padahal itu settingan bener-bener di acak-acak. Hebat deh.</p>
<p>Masalahnya kemudian saya jadi bingung mau nonton yang mana. akhirnya saya putuskan untuk menyaksikan presentai NOKIA tentang fasilitas <a href="http://nokia.co.id/SUARAKANAKSIMU">http://nokia.co.id/SUARAKANAKSIMU</a>,</p>
<p>Intinya, saya asli bingung mau ikutan yang mana. Setelah coba-coba masuk di beberapa kelas, akhirnya pukul 5 sore saya putuskan untuk pulang saja. Padahal acara masih berlanjut hingga pukul 10 malam. Tapi ya sudah lah…</p>
<p>Kayaknya yang menariknya udah abis. Jadi ya pulang aja lah… Bye bye…</p>
<p>Salam Ajaib</p>
<p>karena selalu ada keajaiban setiap hari</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/michael-jackson-ramaikan-markplus-conference-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A brand without character is nothing</title>
		<link>http://thiarthea.com/a-brand-without-character-is-nothing/</link>
		<comments>http://thiarthea.com/a-brand-without-character-is-nothing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bloggers @ MarkPlus Conference 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thiarthea.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Kehadiran social network seperti facebook dan twitter  sudah begitu kuat merambah dalam kehidupan kita sekarang ini. Bahkan nyaris menjadi sebuah ketergantungan. Membangun sebuah komunitas saat ini bisa dilakukan dengan sangat cepat. Bahkan banyak yang mampu mengumpulkan member komunitasnya hingga ribuan orang hanya dalam waktu yang relatif sangat singkat. Dalam tulisannya yang berjudul Brand Tidak Ada Gunanya Tanpa Karakter, Pak Hermawan Kertajaya sempat menyampaikan ramalan Andy Warhol seorang artis legendaris di tahun 1968 yang mengatakan :”Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kehadiran social network seperti facebook dan twitter  sudah begitu kuat merambah dalam kehidupan kita sekarang ini. Bahkan nyaris menjadi sebuah ketergantungan.</p>
<p>Membangun sebuah komunitas saat ini bisa dilakukan dengan sangat cepat. Bahkan banyak yang mampu mengumpulkan member komunitasnya hingga ribuan orang hanya dalam waktu yang relatif sangat singkat.</p>
<p>Dalam tulisannya yang berjudul <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/11/10/08440591/brand.tidak.ada.gunanya.tanpa.karakter." target="_blank">Brand Tidak Ada Gunanya Tanpa Karakter</a>, Pak Hermawan Kertajaya sempat menyampaikan ramalan Andy Warhol seorang artis legendaris di tahun 1968 yang mengatakan :”Di masa depan, semua orang akan menjadi terkenal dalam 15 menit”.</p>
<p><span id="more-84"></span></p>
<p>Sepertinya ramalan Andy Warhol mulai terbukti. Saat ini banyak orang yang mendadak terkenal melalui facebook hanya dalam waktu beberapa menit saja. Walaupun banyak yang langsung terlupakan beberapa hari kemudian. Gampang terkenal, gampang pula tenggelam.</p>
<p>Untuk itulah dalam tulisannya Pak Hermawan menyampaikan bahwa saat ini yang penting bukan lagi hanya Brand-Building. Tapi Character Building.</p>
<p>Agar ketenaran sebuah brand bisa bertahan, seorang marketer harus mampu membangun karakter yang baik dan manusiawi.</p>
<p>Masalahnya, bagaimana cara membangun karkater dari Brand? seakan kita harus “<em>me-manusiakan</em>” Brand tersebut.</p>
<p>Menurut Josephson Institute, ada enam dasar karakter yang baik dari seorang manusia; <em>truthfulness, respect, responsibility, fairness, care</em>, dan <em>citizenship</em><em>.</em></p>
<p>Sementara Bapak Ary Ginanjar dari ESQ Leadership Center juga pernah menyampaikan bahwa untuk menjadi manusia yang baik harus memiliki 7 Nilai yang disebut dengan 7 Budi Utama yaitu: <em>Jujur, Tanggung Jawab, Visoner, Disiplin, Kerjasama , Adil, Peduli.</em></p>
<p>Artinya sebuah Brand harus benar-benar jujur menampilkan sosoknya. Fitur dan fasilitas yang diterima pasar harus sesuai dengan dijanjikan. Harus mampu memanfaatkan teknologi sebagaimana yang dilakukan Nike+. Juga harus mempunya nilai-nilai kebersamaan yang dapat menjadi kebanggaan sebuah komunitas serta tentunya penuh dengan manfaat.</p>
<p>Bukan kerja yang mudah. Meski fasilitas Online mampu memberikan kemudahan dalam membangun sebuah karakter, namun sebaliknya jika  tidak mampu memenuhi nilai-nilai ke-manusiaan tadi, maka fasilitas onlinepun akan dengan mudah membunuh karakter yang telah dibangun dengan susah payah.</p>
<p>Akhirnya, “A brand, without character, is nothing”</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://thiarthea.com/a-brand-without-character-is-nothing/" title="brand character is">brand character is</a></li><li><a href="http://thiarthea.com/a-brand-without-character-is-nothing/" title="brand is character">brand is character</a></li><li><a href="http://thiarthea.com/a-brand-without-character-is-nothing/" title="spiritual branding dalam bisnis">spiritual branding dalam bisnis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thiarthea.com/a-brand-without-character-is-nothing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

