26
2009
A brand without character is nothing
ShareKehadiran social network seperti facebook dan twitter sudah begitu kuat merambah dalam kehidupan kita sekarang ini. Bahkan nyaris menjadi sebuah ketergantungan.
Membangun sebuah komunitas saat ini bisa dilakukan dengan sangat cepat. Bahkan banyak yang mampu mengumpulkan member komunitasnya hingga ribuan orang hanya dalam waktu yang relatif sangat singkat.
Dalam tulisannya yang berjudul Brand Tidak Ada Gunanya Tanpa Karakter, Pak Hermawan Kertajaya sempat menyampaikan ramalan Andy Warhol seorang artis legendaris di tahun 1968 yang mengatakan :”Di masa depan, semua orang akan menjadi terkenal dalam 15 menit”.
Sepertinya ramalan Andy Warhol mulai terbukti. Saat ini banyak orang yang mendadak terkenal melalui facebook hanya dalam waktu beberapa menit saja. Walaupun banyak yang langsung terlupakan beberapa hari kemudian. Gampang terkenal, gampang pula tenggelam.
Untuk itulah dalam tulisannya Pak Hermawan menyampaikan bahwa saat ini yang penting bukan lagi hanya Brand-Building. Tapi Character Building.
Agar ketenaran sebuah brand bisa bertahan, seorang marketer harus mampu membangun karakter yang baik dan manusiawi.
Masalahnya, bagaimana cara membangun karkater dari Brand? seakan kita harus “me-manusiakan” Brand tersebut.
Menurut Josephson Institute, ada enam dasar karakter yang baik dari seorang manusia; truthfulness, respect, responsibility, fairness, care, dan citizenship.
Sementara Bapak Ary Ginanjar dari ESQ Leadership Center juga pernah menyampaikan bahwa untuk menjadi manusia yang baik harus memiliki 7 Nilai yang disebut dengan 7 Budi Utama yaitu: Jujur, Tanggung Jawab, Visoner, Disiplin, Kerjasama , Adil, Peduli.
Artinya sebuah Brand harus benar-benar jujur menampilkan sosoknya. Fitur dan fasilitas yang diterima pasar harus sesuai dengan dijanjikan. Harus mampu memanfaatkan teknologi sebagaimana yang dilakukan Nike+. Juga harus mempunya nilai-nilai kebersamaan yang dapat menjadi kebanggaan sebuah komunitas serta tentunya penuh dengan manfaat.
Bukan kerja yang mudah. Meski fasilitas Online mampu memberikan kemudahan dalam membangun sebuah karakter, namun sebaliknya jika tidak mampu memenuhi nilai-nilai ke-manusiaan tadi, maka fasilitas onlinepun akan dengan mudah membunuh karakter yang telah dibangun dengan susah payah.
Akhirnya, “A brand, without character, is nothing”

An article by Thiar












[...] A brand without character is nothing – Thiar Theaz [...]
sip..sip…
terimakasih dah mampir ya, jangan lupa mampir balik sekalian comen hehehe
salam hangat dari jogja di malam hari, hehehe
setuju.. karakter emg penting bgt..
[...] A brand without character is nothing [...]
[...] A brand without character is nothing [...]
saya bener-benar menyukainya.makasih artikel anda sangat bagus